history of my senior high school

Melanjutkan sekolah saya di pesantren itu juga. Orang tua saya merasa agak sedikit kecewa juga karena ayah saya ingin saya melanjutkan sekolah saya di sekolah Negeri. Dengan janji saya akan belajar lebih sungguh-sungguh lagi, maka orang tua saya pun mengizinkan. Karena saya sudah tumbuh lebih dewasa dari sebelumnya dan sudah dianggap bisa menjaga diri dalam perjalanan ke pesantren, jadi saya tidak diantar oleh orang tua saya, saya hanya berangkat sendiri.

Karena kami telah menjadi senior, maka kegiatan pun akan menjadi lebih banyak dan berat. Ketika kelas II MAS (organisasi yang bertanggung jawab dalam pesantren) mengadakan PBL (Praktek Belajar Langsung) di luar pesantren, maka kami dari kelas I MAS diamanahkan untuk menjadi organisasi sementara untuk mengamankan pesantren. Maka saya ditunjuk untuk menjadi ketua dari santriat. Ternyata ini adalah pekerjaan yang melelahkan, saya hanya mengira para senior kami tidak sesibuk dan se-capek ini. Padahal ini hanyalah organisasi sementara. Mengontrol santriat makan, shalat, tidur, masuk sekolah dll adalah tugas kami sebagai pengganti kakak senior kami selama mereka PBL. Pada saat saya duduk di kelas I MAS, saya juga dipercayakan untuk menjadi ketua asrama dari teman-teman saya sendiri yaitu kelas I MAS dan kelas III MTs.391318_112596762219477_926181094_n

Disaat menduduki kelas II MAS, maka kami diresmikan menjadi sebuah organisasi, dan saya juga terpilih menjadi ketua umum organisasi tersebut. Nama organisasi kami ialah OPPAJ/AH yang artinya organisasi pondok pesantren ahmadul jariah. Saya merasa sangat senang karena saya terpilih menjadi orang yang dipercayai di Pesantren kami. Disamping itu saya juga berfikir, akan lebih banyak lagi amanah yang saya dapatkan, tapi saya yakin saya bisa. Sebulan setelah kami menjabat jadi organisasi tersebut, ada teman kami yang santri menghukum adik-adik yang terlambat ke masjid. Menurut kami ini bukanlah hukuman yang berat, tetapi disaat itu Buya (pemilik pesantren) datang dan melihat kejadian tersebut. Maka seluruh bagian organisasi mulai dari bagian bahasa, keamanan, ibadah, kebersihan, dan kesehatan diturunkan alias tidak diprebolehkan untuk tetap menjadi pengurus. Maka yang bertanggung jawab menjadi pengurus hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Berhubung sekretaris saya orangnya pendiam dan sangat jarang marah, begitu juga dengan bendahara tapi dia terkadang keras juga dalam mengurus adik-adik. Maka saya lah yang menjadi orang yang paling ditakuti dan disegani semua santriat. Saya masih ingat, disetiap saya berjalan semua adik-adik kelas saya diam dan tanpa ada yang berani bicara, apalagi di masjid jika saya sudah turun tangan pasti mereka tidak ada yang berani ngobrol dan lain-lainnya, mereka hanya saya perbolehkan mengaji sebelum Adzan berkumandang. Saya sich merasa senang karena disiplin berjalan lancar, tapi saya juga merasa agak sedikit terlalu keras dalam menjalankan disiplin, jadi adik-adik saya ada yang merasa tertekan pada saat itu. Untungnya usatdz/ah saya mendukung apa yang saya lakukan, begitu juga dengan teman-teman saya.

Pada bulan ramadhan, diawal kami duduk di  kelas III MAS, kami juga mengadakan PBL(Praktek Belajar Langsung) di Bagan batu, Riau. Selama 2 minggu itu kami melaksanakan puasa, shalat tarawih dan mengajar di kampung itu, kami juga mengadakan khutbah sesudah shalat tarawih dan pengajian(tadarusan) di masjid tempat kami tinggal. Kami melaksanakan perlombaan pada hari-hari akhir kami mengajar. Bertepatan itu juga untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an. Banyak pengalaman yang saya dapatkan diantaranya ialah mengajar anak-anak SD itu sangat membutuhkan kesabaran dan jangan belajar terlalu serius, kita harus mengajak mereka sedikit bercanda. Kita harus bisa membuat mereka betah dan tidak merasa bosan dengan apa yang kita ajarkan. Mungkin setiap guru SD harus memiliki rasa kesabaran yang lebih disbanding guru-guru yang lain.

Dengan datangnya santri/at baru maka kami semua pengurus diaktifkan kembali untuk bekerja sesuai bagian masing-masing. Selain jadi ketua, saya juga masuk dalam bagian bahasa yang mengajar adik-adik kelas tentang vocabs dan bagaimana menggunakan bahasa yang baik dan benar. Saya juga berpindah menjadi ketua asrama kelas I MTs yaitu para santriat baru. Sebenarnya sich disaat saya menjadi ketua organisasi, saya juga pernah melanggar disiplin disiplin seperti tidak pergi ke masjid, makan ke dapur umum juga saya jarang karena malas. Tapi jarang saya ketahuan melanggar disiplin. Hah, mungkin itu suatu anugerah, wkwkwkwkwkwkwk………..

Bersambung,,,,,,,,,,,,

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s