history of junior high school

Hidup di pesantren itu sangat menyenangkan

Setelah saya tamat dari sekolah dasar, Ayah saya langsung mendaftarkan saya ke sebuah pesantren ternama yang menurut saya bagus dan masih banyak yang mengatakan demikian juga. Awal keberangkatan, saya hanya diantar oleh ayah saya. Rasanya sedih banget pertama kali berpisah dengan orang tua. Setelah bersalaman dengan semua orang yang ada di kampung saya, saya pun berangkat bersama ayah tercinta. Tiba di pesantren, saya sempat tertegun heran melihat para santri/at nya menggunakan bahasa arab dan bahasa inggris. Maka ayah saya pun semakin yakin untuk menempatkan saya disekolah tersebut. setelah semua urusan selesai, dengan berat hati saya juga harus berpisah dengan ayah saya. Dian@ n wati
Disaat ayah saya melangkah pergi, saya pun meneteskan air mata karena sedih. Pasti ini juga terjadi dengan kedua orang tua saya, mereka juga pasti merasa sedih untuk melepas putrinya, tapi demi menuntut ilmu apapun akan dilakukan. Saya juga beranjak ke asrama yang sudah ditempatkan untuk saya. Saya merasa sangat heran, di dalam 1 asrama ada yang berjumlah 40-an, 30-an, bahkan ada yang 60-an. Semua aktivitas diawali dengan suara bel. Baik disaat mau makan, shalat, masuk kelas pagi, siang, malam dsb. Disaat pertama kali saya makan, saya juga sangat heran melihat para santriat berbaris untuk mengambil nasi dan lauk. Di dalam kamar mandi juga sangat padat dengan santriat dari MTs dan MAS bergabung didalamnya. Karena hanya ada 2 kamar mandi. Dan sebelum berangkat ke masjid kami diwajibkan membuat barisan per asrama untuk membaca do’a.
Untuk malam yang pertama kali saya lalui dipenuhi dengan tangisan karena rindu kepada keluarga di rumah. Melihat teman-teman yang lain menangis, saya juga semakin menangis. Hari ke-4 orang tua saya dating, saya sangat sangat bahagia. Dan itu juga membuat saya meneteskan air mata, begitu juga dengan kedua orang tua saya. Mereka juga pasti sangat merindukan saya. Untuk awal saya di pesantren, orang tua saya menjenguk/melihat saya 2 minggu sekali, karena jarak dari rumah ke pesantren sangat jauh dan ini tidak memungkinkan orang tua saya untuk dating setiap minggunya.
Entah kenapa, pada saat 2-3 minggu saya hidup di pesantren, saya merasa ada sesuatu hal yang membuat saya ingin pindah sekolah. Mungkin dengan adanya kakak senior yang selalu menyuruh dan terkadang memaksa kami untuk melakukan sesuatu tapi dalam hal yang positive. Karena pada waktu yang tidak lama, ada sedikit teman-teman saya yang pindah sekolah dengan alasan tersebut. Tapi karena takut dimarahi sama orang tua, akhirnya saya memendam perasaan itu. Dan lama-kelamaan saya merasa nyaman tinggal di pesantren. Saya bersyukur karena para ustadz/ah nya sangat baik dan ramah tamah. Kami selalu diberikan bimbingan dan motivasi. Saya mendapatkan banyak pelajaran dari luar maupun dari dalam kelas.
Awal saya masuk kelas, saya ditempatkan di kelas 1D berdasarkan nilai dari testing. Pada semester ke-2 saya mendapatkan kelas A sampai kami lulus dari MTs. Saya sangat senang berkat ustadz/ah yang mengajar saya dengan ikhlas, saya selalu mendapat nilai yg bagus. Dan pastinya hal ini membuat orang tua saya bangga dan merasa tidak sia-sia dalam memasukkan saya ke pesantren. Disaat saya duduk di kelas II MTs, adik saya Syska Elida juga mendaftar di pesantren tempat saya belajar. dengan senang hati saya mengurus adik saya yang sedikit agak cerewet dan galak. Itu tidak masalah bagi saya selama adik saya mau berubah menjadi lebih baik lagi. Dengan kehadiran dia disisiku, dan sebaliknya membuat orang tua kami tidak selalu mengkhawatirkan keadaan kami. Karena inysa Allah kami bisa saling menjaga satu sama lain.
Banyak kegiatan yang dilakukan pesantren saya, diantaranya : mengadakan pengembangan bakat per individu pada setiap hari sabtu, mengadakan pidato setiap selesai shalat, sebahagian santri/at menghafal AL-Qur’an. Juga mempunyai disiplin yang sangat ketat dan wajib dipatuhi seluruh santri/at, jika dilanggar maka bagi mereka yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Diantara sekian banyak disiplinnya ialah : wajib menggunakan dua bahasa yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Tidak boleh pulang ke rumah tanpa izin tertentu, wajib menunaikan shalat 5 waktu, tidak boleh membawa barang-barang elektronik ke pesantren, tidak boleh pacaran dan masih banyak lagi disiplin yang ada disana.
Selama MTs, saya pernah melanggar disiplin, diantaranya : telat pulang sehabis liburan, saya dipajang di depan kantor dihadapan semua santri/at dan disuruh menghafal do’a surah yaasin. Saya juga pernah melanggar bahasa, saya menggunakan bahasa selain bahasa arab dan bahasa inggris, maka para dewan bahasa menyuruh semua pelanggar bahasa memakai jilbab, baju dan rok yang berbeda warna juga memakai sepat sebelah kaki dan sandal pada yang satu lagi. Dan membawa pamphlet kemanapun saya pergi. Dan masih ada lagi pelanggaran yang saya lakukan, tapi saya tidak termasuk orang yang selalu melanggar disiplin.
Saya juga mengikuti suatu les biasa yang dibuat oleh ustadz saya di pesantren, yaitu EFF (English For Future). Hanya beberapa orang santri/at yang dia pilih untuk mengikuti les tersebut, guna untuk melanjutkan para dewan bahasa yang ada di pesantren saya. Saya juga mengikuti les tambahan membaca kitab kuning bersama guru saya yang paling mahir dalam bidang kitab kuning.
Setelah 3 tahun saya lalui dengan penuh rintangan dan cobaan, berbagi kesenangan dan kesedihan dengan teman-teman, akhirnya saya lulus dengan nilai yang memuaskan. Orang tua saya juga merasa sangat bahagia atas kelulusan putri tercinta mereka. Setiba dirumah, ayah saya menginginkan saya untuk sekolah di SMK atau SMA. Tapi orang tua saya tidak terlalu memaksakan saya untuk mengikuti kemauan mereka. Karena saya tidak tertarik dengan itu, saya mencoba untuk meminta sekolah ke Gontor,tapi mereka tidak mengizinkan saya untuk sekolah terlalu jauh karena badan saya yang masih sangat kecil. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah saya di,,,,,,,,,,
Bersambung…………

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s