My experience in Arabic speech competition

Pada saat saya masih sekolah di pesantren tepatnya di ponpes ahmadul jariah utama kota pinang, saya pernah mengikuti perlombaan pidato bahasa arab. Perlombaan itu bertepatan pada saat memperingati porseni ke-20. Dan saya terpilih menjadi utusan santriawati yang akan mengikuti perlombaan itu.

            Pertama-tama saya juga merasa sangat nervous, karena pertandingan pertama yaitu tingkat kecamatan akan diadakan di pesantren kami. Kami lah yang menjadi tuan rumah. Maka ustadz/ah saya berkata bahwa saya harus menjadi juara pertama. 1 minggu sebelum perrtandingan saya telah focus untuk menghafal teks pidato saya. Usatdz yang menangani saya juga memberi saya banyak motivasi dan berusaha bagaimana saya agar cepat hafal dan bisa dengan gerakan tangan dan nada yang tepat pada saat perlombaan nanti.Dan Alhamdulillah saya bisa menghafalkan pidato saya tersebut dengan memahami makna dari teks itu.

            Pada saat hari yang ditunggu-tunggu tiba, saya merasa sangat deg-degan karena melihat banyaknya orang yang mengikuti perlombaan tersebut. masuklah saya ke ruangan yang telah ditentukan, sungguh kagetnya saya dengan kehadiran siswa dari beberapa sekolah. Tapi ustadz saya telah berpesan tidak boleh gugup. Dan pada saat nama saya dipanggil oleh MC, saya deg-degan dan melangkah maju smbil membaca bismillaahirrahmaanirrahiim…….. saya pun maju dan berpidato dengan menggunakan bahasa arab, dan akhirnya saya sangat puas karena saya sukses melewati tahap pertama.

            Dan tibalah pada pengumuman pemenang keseluruhan lomba, tiba-tiba saya mendengar nama saya menjadi juara 1 putri pada lomba pidato bahasa arab. Senangnya hatiku,,,,,,,,,,,,,

            Setelah melewati perlombaan tingkat kecamatan maka semua pemenang akan mengikuti perlombaan lagi di tingkat kabupaten, pastinya lebih banyak saingan dari pada sebelumnya. Pada tingkat kabupaten ini, kami mengadakannya di Rantau prapat tepatnya di asrama haji yang ada di tempat tersebut. dengan peralatan dan perlengkapan yang cukup kami berangkat ke tujuan kami. Sesampainya disana saya dan teman-teman saya beristirahat sejenak. Dan pada keesokan harinya, kami berkumpul di masjid untuk mengikuti perlombaan. Pada saat nama saya dipanggil saya merasa deg-degan karena sangat banyak orang yang menyaksikan perlombaan tersebut.  saya tampil dengan penuh rasa deg-degan, tapi untungnya pada saat pengumuman akhirnya saya juga mendapat juara pertama putri. Dalam hati saya sangat gembira, dan saya langsung memberi tahu orang tua saya.

            Kami pun kembali ke pesantren, dan pada keesokan harinya orang tua saya datang menjenguk saya ke pesantren. Dan saya menyerahkan thropy dan sertifikat yang saya dapat pada saat perlombaan. Dengan selang waktu kira-kira sebulan, kami yang memenangkan perlombaan tingkat kecamatan akan mengikuti perlombaan tingkat provinsi tepatnya di Kota Medan.

            Pada hari yang sudah ditentukan, Kami pun berangkat ke Medan. Tapi sebelumnya kami berkumpul di kantor Depag untuk membagikan baju yang akan dibagikan kepada kami, yaitu baju batik, baju olah raga, celana training dan topi. Kemudian kami berangkat ke Medan. Disana kami tinggal di asrama haji juga, dan mendapat uang jajan gratis selama 5 hari dan pastinya ada uang tambahan. Kami juga mendapat uang tambahan dari pimpinan pesantren kami.

            Karena banyaknya peserta, sebelum hari perlombaan dimulai, kami disuruh ngambil nomor kita untuk maju. Ternyata saya maju nomor 2 terakhir pada hari awal. Saya melakukan apa yang telah saya persiapkan sebelumnya dengan baik, saya mengeluarkan semua pengetahuan saya, dan kemampuan saya tentang hal tersebut. tapi dengan banyaknya yang menyaksikan penampilan (penonton) saya agak merasa grogi sedikit. Dan akibatnya saya hanya mendapat juara ke-3. Dan hadiahnya ialah: uang sebanyak Rp. 900.000, thropy, medali perak dan sertifikat. Saya cukup senang juga, karena diantara sekian banyak peserta, saya terpilih menjadi pemenang ke-3. Betapa bahagianya saya karena saya bisa mengangkat nama baik pesantren saya ahmadul jariah, dan khususnya kedua orang tua saya……

Saya berharap saya juga bisa membahagaiakan kedua orng tua saya sekarang, nanti dan untuk selamanya. Amin ya rabbal ‘alamin………..

ini nich fhoto aku waktu di tingkat provinsi,,,,,,,

my fhoto

4 thoughts on “My experience in Arabic speech competition

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s